Keindahan dan keunikan Palembang yang dibangun dengan kemegahan pondasi
sejarah dan inovasi masyarakatnya, saya pikir sudah sungguh akrab di
telinga orang, mulai dari objek wisata hingga makanan khasnya, mulai
dari Jembatan Ampera hingga pempeknya. Namun, di upuk nan jauh di kaki
terselip keindahan lain dari Sumatera Selatan ini.
Baturaja, Pernahkah anda mendengar kata Baturaja di Sumsel?
Yahhh… mungkin sebagian anda sudah pernah mendengar dan bahkan memang
asli orang Baturaja atau sebaliknya, anda kategori orang yang belum
pernah mendengar apalagi datang ke Baturaja.
Menurut saya akan lebih klop ke Palembang jika sudah berkenalan dengan
adiknya Palembang. Ya…Saya menyebut Baturaja sebagai adik Palembang. Hal
itu bukan tanpa alasan, menurut saya banyak persamaan di balik
perbedaan yang terangkai antara Palembang dan Baturaja. Ibarat adik
kakak pasti adanya kemiripan di antara perbedaan. Baturaja merupakan
salah satu ibukota kabupaten di Sumsel yakni Kabupaten OKU. Keindahan
Baturaja memang tak begitu populer dan bahkan terkadang tak terlihat,
padahal menurut saya Baturaja itu ibarat berlian yang tertutup debu,
disentuh sedikit saja debu yang menutupi berlian tersebut maka, kilauan
cahaya berlian itu akan terpancar (waahhh….. saya pikir tidak terlalu
berlebihan), eiittss kalimat saya ini cukup beralasan seperti yang
dilansir oleh beritanda.com
pada 1 oktober 2011 lalu, menurut Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Budaya
dan Pariwisata kabupaten OKU Aufa S Syarkomi, Baturaja merupakan 6
Kabupaten yang masuk dalam nominasi penghargaan daerah tujuan wisata.
Ya… walaupun sekadar masuk nominasi tapi setidaknya keindahan Baturaja
sudah diperhitungkan.
Secara garis besar keindahan Baturaja akan saya lansir di tulisan ini.
Seperti yang sudah saya sebut sebelumnya, Baturaja adalah adik Palembang
maka, bukan hal yang mengherankan jika di Baturaja juga banyak
berdomisili garis keturunan Palembang. Kalau di Palembang ada Sungai
Musi maka di Baturaja ada anak Sungai Musi yang bernama Sungai Ogan. Di
Baturaja juga ada cucu dari Masjid Agung Palembang yang akrab di sebut
Islamic Center. Nah, GOR (Gelanggang Olahraga) Baturaja yang merupakan
cicit dari Stadion Gelora Sriwijaya juga tak mau ketinggalan berdomisili
di Baturaja. Saudara dari Kambang Iwak Family Park sebagai danau wisata
yang berlokasi di tengah kota Palembang juga dapat dijumpai di
Baturaja, namanya Taman Kota Baturaja hanya saja disana tidak ada danau.
Tenang… hamparan rerumputan hijau siap menarik pandangan mata dengan
ditemani rimbunnya pepohonan di sekeliling Taman Kota. Jembatan Ampera
yang menjadi ikon kota Palembang juga tidak mau ketinggalan dengan
meminta cucunya, Jembatan Ogan berdiri gagah di atas Sungai Ogan di
tengah kota Baturaja yang menjadi penghubung antara Baturaja Barat dan
Baturaja Timur. Kalau Ampera warnanya merah dan hijau maka Jembatan Ogan
lebih feminim dengan balutan pink yang sangat mengerti karakter wanita.
Itu baru di pusat kotanya teman, di pinggir kotanya juga tak mau kalah
saingan. Goa Putri merupakan objek wisata budaya dan sejarah yang
terletak di pinggir ibukota kabupaten OKU, tepatnya di Desa Padang Bindu
Kecamatan Semidang Aji. Goa Putri berada di kedalaman 150 m dengan
lebar 8 20 m yang didalamnya terdapat stalagmite dan stalagtit yang
menyerupai tumpukan padi dan ranjang pengantin, kembang dadar, dan
lain-lain. Berjarak 500 meter, Goa Putri didampingi Goa Harimau yang
menjadi penjaga Goa Putri. Goa Harimau merupakan tempat ditemukannya
situs kerangka manusia yang berumur 3.000 tahun yang lalu oleh Pusat
Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional Departemen Kebudayaan dan
Pariwisata. Tempat Goa Putri mandi adalah Air Panas Gemuhak. Objek
wisata Air Panas Gemuhak di Desa Gunungtiga kecamatan Ulu Ogan juga tak
mau ketinggalan siap menyapa dan memanjakan wisatawan dengan panas
airnya yang mencapai 96,5 derajat celcius. Jika Masjid Agung Palembang
di hiasi oleh air mancurnya yang indah maka, Baturaja di hiasi oleh
kakak dari air mancur yakni air terjun yang kerap di sebut Air Terjun
Kambas terletak di Desa Ulak Lebar Kecamatan Ulu Ogan yang mempunyai
ketinggian 425 m di atas permukaan laut.
Dari jembatan fiminim hingga markas putri siap memanjakan penjelajahan
di Baturaja. Kenalan dengan kakaknya wajib kenalan dengan adiknya biar
tambah klop. Melancong ke Baturaja membuat jelajah Palembang jadi
sempurna.
LOWONGAN KERJA KHUSUS KAB .OKU
Sejarah Kab OKU dan sisi lain dari kab OKU
Rabu, 07 Januari 2015
Senin, 29 Desember 2014
SEJARAH KAB. OKU
Sejarah singkat OKU
Kabupaten Ogan Komering Ulu diambil dari nama dua sungai besar yang melintasi dan mengalir di sepanjang wilayah kabupaten OKU, yaitu sungai Ogan dan Sungai Komering. Berdasarkan sejarah, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Nomor 9 Tahun 1997 tanggal 20 Januari 1997, Tahun 1878 ditetapkan sebagai tahun kelahiran nama Ogan Komering Ulu. Sedangkan berdasarkan peraturan perundang-undangan, Kabupaten Ogan Komering Ulu terbentuk dengan keluarnya Undang-undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembubaran Negara Bagian Sumatera Selatan dan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-undang Darurat Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Sumatera Selatan menjadi Propinsi didalam Negara Republik Indonesia.
Selanjutnya melalui Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor GB/100/1950 tanggal 20 Maret 1950, ditetapkan batas-batas wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu dengan ibu kota kabupaten di Baturaja. Sejalan dengan Undang-undang Darurat Nomor 4 Tahun 1956 yang diperkuat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Kotapraja di Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 73. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1821), Kabupaten Ogan Komering Ulu menjadi daerah otonom yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.
Sesuai dengan semangat Otonomi Daerah, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dan Kabupaten Ogan Ilir di Provinsi Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4347), pada tahun 2003 Kabupaten OKU resmi dimekarkan menjadi 3 (tiga) Kabupaten, yakni (1) Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU TIMUR) dengan Ibukota Martapura; (2) Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU SELATAN) dengan Ibukota Muaradua dan (3) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dengan Ibukota Baturaja.
Kabupaten Ogan Komering Ulu diambil dari nama dua sungai besar yang melintasi dan mengalir di sepanjang wilayah kabupaten OKU, yaitu sungai Ogan dan Sungai Komering. Berdasarkan sejarah, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Nomor 9 Tahun 1997 tanggal 20 Januari 1997, Tahun 1878 ditetapkan sebagai tahun kelahiran nama Ogan Komering Ulu. Sedangkan berdasarkan peraturan perundang-undangan, Kabupaten Ogan Komering Ulu terbentuk dengan keluarnya Undang-undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembubaran Negara Bagian Sumatera Selatan dan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-undang Darurat Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Sumatera Selatan menjadi Propinsi didalam Negara Republik Indonesia.
Selanjutnya melalui Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor GB/100/1950 tanggal 20 Maret 1950, ditetapkan batas-batas wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu dengan ibu kota kabupaten di Baturaja. Sejalan dengan Undang-undang Darurat Nomor 4 Tahun 1956 yang diperkuat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Kotapraja di Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 73. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1821), Kabupaten Ogan Komering Ulu menjadi daerah otonom yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.
Sesuai dengan semangat Otonomi Daerah, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dan Kabupaten Ogan Ilir di Provinsi Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4347), pada tahun 2003 Kabupaten OKU resmi dimekarkan menjadi 3 (tiga) Kabupaten, yakni (1) Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU TIMUR) dengan Ibukota Martapura; (2) Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU SELATAN) dengan Ibukota Muaradua dan (3) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dengan Ibukota Baturaja.
Langganan:
Komentar (Atom)